Ketua Demokrat Sumut ‘Bungkam’ Terkait Tudingan Kaitan Korupsi Proyek Rp2,7 T di Balik Pemecatan Kader

Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Muhammad Lokot Nasution 'bungkam' terkait tudingan yang menyebut, bahwa pemecatan kader partai tersebut ada kaitan dengan dugaan korupsi di proyek multiyears Rp2,7 triliun.

topmetro.news – Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Muhammad Lokot Nasution ‘bungkam’ terkait tudingan yang menyebut, bahwa pemecatan kader partai tersebut ada kaitan dengan dugaan korupsi di proyek multiyears Rp2,7 triliun.

Pertanyaan seputar tudingan dimaksud melalui chat WA kepada Lokot, hanya dibaca, terlihat dari centang dua biru. Namun hingga lebih dri 24 jam kemudian, politisi Demokrat tersebut tidak kunjung memberikan respon.

Sebelumnya Arief Tampubolon mengaku dicopot dari kepengurusan DPD Partai Demokrat Sumut karena membongkar dugaan suap dan korupsi proyek multiyears jalan dan jembatan Provinsi Sumatera Utara senilai Rp2,7 triliun.

Pencopotan itu berdasarkan Revisi SK DPD Partai Demokrat Sumut Nomor: 51/SK/DPP.PD/DPD/IV/2023 tertanggal 27 April 2023. Yang menandatangani adalah Ketum DPP partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Sekjen Teuku Riefky Harsya.

Arief Tampubolon sendiri menjabat Wakil Kepala II Bakomstra DPD Partai Demokrat Sumut. Jabatan tersebut berdasarkan SK Nomor: 87/SK/DPP.PD/V/2022 tertanggal 11 Mei 2022, juga dengan tanda tangan AHY dan Teuku Riefky Harsya.

Kepada media, Arief Tampubolon mengaku tidak mengetahui alasan pencopotannya. “Tidak tahu saya apa alasan si Lokot mencopot saya. Tidak ada pleno, kok main copot. Tanya saja ke dia (Lokot), mungkin gerah dia proyek Rp 2,7T itu saya bongkar dugaan suapnya,” kata Arief, Jumat (9/6//2023).

Tanda Tangan Palsu?

Arief mengatakan ada keanehan dengan tandatangan AYH dan Teuku Riefky Harsya pada Revisi SK DPD Partai Demokrat Sumut. Ia menduga ada pemalsuan tandatangan Ketum dan Sekjen Partai Demokrat.

“Sudah saya lihat kedua SK itu. Yang asli dan revisi. Ada yang aneh saya lihat tanda tangan ketum dan sekjen. Seperti pakai stempel. Dugaan saya itu palsu tandatangannya,” kata Arief.

Arief berharap Ketum AHY dan Sekjen Teuku Riefky Harsya memanggilnya dan Lokot Nasution perihal terbitnya Revisi SK DPD Partai Demokrat Sumut. “Mudah mudahan Ketum dan Sekjen memanggil saya dan si Lokot untuk membuktikan siapa yang benar sebagai kader demokrat di Sumut,” tandasnya.

Revisi SK DPD Partai Demokrat Sumut kabarnya untuk mengisi kekosongan jabatan.

Selain Arief, pemecatan juga menimpa kader Partai Demokrat Sumut lainnya. Yakni, anggota Dewan Pertimbangan (Wantim) DPD Partai Demokrat Sumut Muhammad Yusuf Tambunan.

Atas semua tudingan di atas, Lokot tidak ada memberi tanggapan apa pun, hingga berita ini turun tayang.

reporter | Jeremi Taran

Related posts

Leave a Comment